Waspada, Ini Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Ilustrasi heartburn (credit: holistickenko)

Gerd atau asam lambung naik merupakan penyakit yang sudah biasa dialami banyak orang. Namun ciri-cirinya penyakit itu jarang diketahui. Rata-rata orang menyebut penyakit itu maag.

Padahal, ada sedikit perbedaan antara maag dengan Gerd atau asam lambung. Meski beberapa ciri maag terdapat dalam penyakit gerd atau asam lambung.

Berikut ciri-ciri Gerd atau asam lambung naik menurut dokter spesialis penyakit dalam dr Tito Ardi Suwandoko Sp.PD FINASIM, yang dilansir Kompas.com.

Heartburn 

Meskipun namanya heartburn, namun gejala ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah pada jantung.

Menurut American College of Gastroenterology, heartburn adalah keluhan pencernaan yang paling umum dirasakan setidaknya 60 juta warga AS setiap bulannya.

Ketika heartburn terjadi, dada akan terasa nyeri dan terbakar. Biasanya, hal ini terasa seusai makan dan bisa memburuk saat duduk atau berbaring.

Perlu diingat bahwa perut memang bisa tahan menghadapi asam lambung. Namun tidak demikian halnya dengan pipa kerongkongan, saluran antara mulut ke lambung.

Itu sebabnya ketika asam lambung mengenai pipa kerongkongan, penderitanya akan merasa nyeri seperti terbakar.

Regurgitasi 

Ciri-ciri asam lambung naik berikutnya adalah regurgitasi. Ini adalah rasa pahit akibat asam yang terasa di bagian belakang mulut atau kerongkongan. Setidaknya 80% penderita GERD akan merasakan regurgitasi sesuai makan.

Regurgitasi sangat mirip dengan sensasi yang dirasakan ketika seseorang hendak muntah namun tidak jadi. Mulut akan merasakan pahit atau asam dari makanan yang baru saja ditelan.

Hal yang menjadi pemicu regurgitasi di antaranya adalah membungkuk setelah makan, berolahraga tanpa pemanasan, makan dengan porsi besar, bahkan bisa terjadi secara tiba-tiba.

Bau napas tidak sedap 

Bau napas tidak sedap bukan hanya terjadi ketika seseorang belum makan atau tidak sempat membersihkan mulut saja.

Pada penderita GERD, bau napas yang tidak sedap juga merupakan ciri-ciri asam lambung naik.

Hal yang dapat mengganggu interaksi dengan orang lain ini terjadi karena asam lambung memicu rasa pahit di mulut penderita GERD.

Biasanya, bau napas tidak sedap terjadi bersamaan dengan regurgitasi.

Sulit menelan 

Istilah medis dari kondisi sulit menelan yang dirasakan penderita GERD adalah disfagia.

Ketika hal ini terjadi, sensasi yang terasa adalah makanan seakan melekat di sepanjang kerongkongan. Akibatnya, makanan tidak kunjung turun ke lambung.

Jika rasa sulit menelan ini terjadi karena makanan tidak benar-benar dikunyah atau menelan terlalu cepat, itu wajar.

Namun menjadi tidak wajar apabila sensasi sulit menelan ini terjadi terus menerus karena kerongkongan mengalami iritasi atau luka.

Selain itu, disfagia terjadi karena jaringan esofageal – membran tipis di tengah kerongkongan – tidak lagi berfungsi optimal.

Batuk kronis 

Rupanya, batuk kronis juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri asam lambung naik. Logikanya, batuk adalah reaksi iritasi dalam tubuh sebagai respons masuknya benda asing.

Bagi penderita GERD, batuk terjadi sebagai bentuk pertahanan ketika ada asam lambung yang terdeteksi di sekitar laring, saluran pernapasan yang membawa udara ke trakea.

Selain itu, batuk juga bisa jadi reaksi refleks tubuh terhadap apa yang terjadi di sistem pencernaan bagian atas.

Panas dalam 

Satu lagi ciri-ciri asam lambung naik adalah penderita GERD bisa merasakan panas dalam atau nyeri ketika menelan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang naik bisa menyebabkan iritasi pada pita suara.

Seringkali, gejala ini semakin terasa di pagi hari setelah berbaring tidur selama berjam-jam. Biasanya, rasa sakit ini mereda saat siang dan sore hari. Pemicu utamanya adalah iritasi yang terjadi secara konstan pada tenggorokan seseorang.

Demikianlah ciri-ciri Gerd kambuh atau asam lambung naik yang harus diwaspadai. Jika itu menimpa Anda, ada berapa cara untuk meredakannya. Silakan baca artikel yang sudah tayang sebelumnya di sini.

You May Also Like

About the Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *