Penelitian: Pohon Kina dan Buah Jambu Bisa Tangkal Corona

Di tengah merebaknya wabah corona, peneliti dari perguruan tinggi berlomba-lomba mencari obat yang bisa menangkal virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Kabar baiknya, ada dua penelitian yang menyebutkan pohon kina dan buah jambu memiliki kandungan yang bisa menangkal atau mengobati orang yang terkena corona.

1. Pohon kina

Penelitian manfaat pohon kina untuk corona disampaikan Guru Besar Bidang Farmakologi Universitas Padjadjaran, Keri Lestari. Dilansir Kompas.com, Keri menyebutkan bahwa studi in vitro belum lama ini menyebutkn bahwa kina mengandung klorokuin fosfat yang disebut bisa memblokir infeksi Coronavirus Desease (Covid-19).

Bahkan, kata Keri, berdasarkan laporan dari US National Library of Medicine Institutes of Health, sekitar 100 orang bisa disembuhkan oleh ramuan pohon kina.

Selama ini, kina kerap dijadikan obat untuk pasien malaria dan memiliki khasiat sebagai agen anti-inflamasi yang bisa mengobati rehumatoid arthritis dan lupus.

Saat ini, Unpad akan bekerja sama dengan Kimia Farma untuk mengembangkan pohon kina diajdikan obat pasien virus corona. Bahkan rencana itu didukung penuh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

2. Buah jambu

Selain kina, buah jambu juga ditengarai bisa menangkal dan mengobat pasien corona. Penelitian ini disampaikan Dekan Fakultas Kedoktera Universitas Indonesia (UI) dr Ari Fachrial Syam dalam postingannya di Facebook.

 Berikut isi postingannya:

Dalam merespon penyebaran virus COVID-19, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan penelitian terkait jambu biji (guajava) sebagai kandidat potensial untuk pencegahan COVID-19 atau yang lebih dikenal dengan corona.

Penelitian yang menggunakan metode penelitian bioinformatika ini memanfaatkan basis data miliki Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI. Dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa, senyawa herbal tersebut akan dipetakan dan dikonfirmasi menggunakkan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam mengemukakan bahwa jambu biji memiliki kandungan senyawa yang cukup lengkap untuk menangkal penyebaran COVID-19. “Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut,” tutur Ari.

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan beberapa golongan senyawa pada jambu biji yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah COVID-19. Golongan senyawa tersebut diantaranya adalah hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin.

Ari mengatakan, hasil penelitian ini telah disampaikan pada “Seminar dan Workshop Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diselenggarakan pada 3-5 Maret 2020 di Fakultas Kedokteran UI.

Pihaknya akan mempersiapkan hasil penelitian ini untuk publikasi internasional dan mencari dukungan dari industri farmasi untuk produksi skala besar. Namun, proses ini belum diketahui kapan selesainya karena membutuhkan percobaan penelitian ke binatang dan manusia.

Kendati begitu, Ari menegaskan bahwa hasil penelitian ini membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui komponen yang tepat untuk pengobatan COVID-19. Ari mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker bagi yang sakit.

Sumber: Kompas.com dan Facebook

You May Also Like

About the Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *