Lubang Besar Siberia Sebabkan Kapal Karam di Segitiga Bermuda?

Lubang besar atau sinkhole di wilayah terpencil Siberia, Rusia, disebut ada kaitannya dengan Segitiga Bermuda.

Lubang besar Siberia ini diklaim berhubungan dengan hilangnya kapal, pesawat dan manusia di kawasan Segitiga Bermuda.

Kawasan Segitiga Bermuda merupakan area laut imajiner yang menghubungkan tiga wilayah, yakni Bermuda, San Juan, Puerto Rico dan Miami, Amerika Serikat.

Sejumlah penelitian menjelaskan hubungan antara lubang raksasa Siberi dengan Segitiga Bermuda. Seorang ilmuwan asal Rusia dalam jurnal Nature menyebutkan bahwa lubang raksasa muncul sebagai akibat dari ledakan gas yang terjebak dalam permafrost atau tanah beku yang dokenal sebagai metana hodrat (methana hydrates).

Peneliti juga menyatakan bahwa metana hidrat di dasar kawah itu mengandung konsentrasi tinggi metana yang luar biasa.

Nah, para ilmuwan menuding metana itu adalah biang keladi hilannya kapal, pesawat dan manusia di Segitiga Bermuda.

Terlepas benar atau tidaknya hipotesis itu, namun para ilmuwan dalam sebuah laporan Science in Siberia, sebuah media mingguan di sana, sepakat bahwa gas metana bisa mengaramkan kapal di sejumlah perairan.

Metana adalah sebuah gas padat reaktif yang berada di dasar laut. Gas itu akan stabil pada suhu 35 bar dan suhu rendah.

Namun jika metana itu bocor atau robek, dampaknya akan luar biasa. Gas metana itu aka pecah dan membentuk gelembung gas, lalu naik dan meledak di permukaan air. Dahsyatnya ledakan itulah yang diklaim bisa membuat kapal ataupun pesawat lenyap.

Namun demikian, fenomena ledakan gas yang menenggelamkan kapal itu masih kontroversi. Seorang ilmuwan, Phrampus, meragukan ledakan gas itu berhubungan dengan tenggelamnya kapal dan lenyapnya pesawat di Segitiga Bermuda.

Terbentuknya lubang besar

Bagi warga setempat, lubang besar Siberia itu disebut sebagai pintu neraka. Namun para ilmuwan bisa menjelaskan secara ilmiah pembentukan lubang besar itu,

Para ilmuwan menjelaskan bahwa lubang besar itu awalnya adalah kumpulan es yang membeku dan membentuk tanah atau disebut permafrost. Ada dua jenis awal penyebab terbentuknya permafrost, yakni es glaiser puluhan ribuan tahun lalu dan pembekuan es yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun.

Nah, lubang besar itu termasuk permafrost yang terbentuk beberapa tahun lalu. Namun permafrost atau es yang membentuk tanah itu lama-lama mencair akibat pemanasan global sebagai dampak dari pembalakan pohon. Permafrost yang mencair itu lama-lama menyebabkan tanah amblas sehingga terbentuklah lubang besar yang sebagian orang menyebutnya sebagai pintu neraka.

Sumber: Analisadaily dan BBC

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *