Gerd Bukan Penyakit Mematikan

Gerd atau asam lambung bukan penyakit yang mematikan. Namun demikian, penyakit yang berkaitan dengan pencernaan itu tidak boleh diremehkan. Pengobatan harus rutin dilakukan, baik secara medis maupun secara alamiah.

Selama masa pengobatan, pola makan dan pola pikir juga harus dibenahi. Perlu diketahui bahwa penyakit Gastroesophagel Reflux Disease (Gerd) ini muncul akibat pola makan yang buruk dan diperparah dengan pikiran stres.

Gerd biasanya bisa memunculkan serangan panik (panic attack). Hal itu juga dialami oleh saya dan juga penderita lainnya. Soal bagaimana serangan panik muncul akan saya ceritakan di artikel lain. Pengalaman yang lucu sekaligus menyedihkan.

Baik, kita kembali ke masalah bahwa Gerd bukan penyakit mematikan. Pernyataan itu saya sampaikan berdasarkan pengalaman serta konsultasi ke dokter ahli pencernaan (KGEH).

Penyakit ini adalah karena gaya hidup. Pola makan yang tak beraturan. Stres yang berkepanjangan.

Gejala Gerd memang hampir mirip dengan serangan jantung. Nafas sesak, dada panas dan sakit. Kepala pusing dan pandangan kabur. Bahkan badan lemas dan kesemutan.

Karena gejalanya mirip dengan serangan jantung, maka penyakit ini bikin penderitanya ketakutan. Akibatnya muncullah serangan panik. Jika mengalami serangan panik, kuncinya adalah tenangkan diri. Kalau di rumah, kamu bisa minum air hangat lalu merebah untuk tenangkan diri. Namun kalau di perjalanan, ada beberapa tips yang sudah saya sampaikan di artikel sebelumnya.

Salah kaprah soal Gerd

Saat ini banyak asumsi yang menyebutkan bahwa Gerd adalah angin duduk. Ada pula yang menyebutkan bahwa penyakit itu bisa menyerang jantung. Lagi-lagi itu yang menyebabkan penderita Gerd ketakutan hingga kerap melakukan aksi yang konyol. Saat Gerd kambuh dan serangan panik melanda, rata-rata penderitanya langsung mendatangi ke UGD.

Saya mengatakan hal itu karena berdasarkan pengalaman juga hehe. Saya pernah 20 kali dilarikan orang dan melarikan diri ke UGD rumah sakit ketika Gerd kambung yang disertai serangan panik. Namun ketika sampai di rumah sakit, serangan itu reda dan perut kembali normal. Hal itu ditandai dengan sendawa yang cukup keras.

Setelah diperiksa, saya dinyatakan mengalami gangguan pencernaan akut. Berkali-kali dokter yang setiap saya temui di UGD mengatakan hal itu. Bahkan, untuk meyakinkan diagnosanya, saya pernah beberapa kali diperiksa detak jantung mulai dari EKG hingga EKG treadmill. Alhasil, jantung aman.

Seorang dokter ahli dalam, Ari Fahrial Syam dalam sebuah tulisannya di media sosial dan media massa menyebutkan bahwa Gerd tak ada kaitannya dengan jantung. Penyakit itu murni karena gangguan pencernaan akibat gaya hidup.

Namun masih ada juga orang yang menyebutkan bahwa Gerd bisa memicu serangan jantung. Anehnya, ada juga orang yang jelas meninggaal karena terkena serangan jantung lalu disebutkan itu disebabkan asam lambung. Padahal, sebelumnya orang itu memiliki riwayat masalah jantung.

Opini itu muncul karena mereka tidak memahami apa itu penyakit Gerd atau asam lambung. Oleh karena itu, saya, sebagai penyintas gerd, berani menyatakan bahwa Gerd tidak berkaitan dengan jantung sehingga bukan penyakit mematikan.

Namun untuk sampai pada kesimpulan itu, kamu, jika menderita gerd, segera berkonsultasi ke dokter. Ke dokter ya, jangan googling. Periksa dulu semuanya, terutama jantung kamu. Jika jantung kamu normal, namun kamu merasakan gejala mirip penyakit jantung, maka itu bisa dikatakan kamu terkena gerd. Coba saja periksa ke dokter ahli alam. Kalau perlu, periksa isi lambung kamu dengan endoskopi dan jalani terapi medis sesuai anjuran dokter.

Jadi kesimpulannya, Gerd bukan penyakit mematikan. Namun jangan diremehkan. Kita harus tetap menjalani pengobatan dan mengubah gaya hidup sehingga kita bisa mengontrol dan berdamai dengan penyakit ini.

You May Also Like

About the Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *