Cara Meredakan Asam Lambung di Perjalanan

Meski terkena asam lambung atau gerd, namun aktivitas harus tetap berjalan, terutama kegiatan bekerja demi menafkahi keluarga. Asam lambung jangan sampai menjadi penghalang untuk bekerja demi memberi makan anak dan istri.

Berdasarkan pengalaman saya, salah satu hambatan bagi seorang pekerja yang menderita asam lambung adalah saat perjalanan menuju tempat kerja. Apalagi, bagi pekerja yang berada di kota besar seperti jakarta atau Surabaya. Kemacetan dan kepadatan di dalam angkutan umum bisa menyebabkan stres hingga memicu naiknya asam lambung.

Terlebih bagi penderita asam lambung yang disertai kecemasan, hal itu bisa memunculkan psikosomatik. Misalnya jantung berdebar, keringat dingin, pandangan kabur, badan gemetar dan lainnya.

Untuk mencegah naiknya asam lambung saat di perjalanan, saya sedikit membrikan tipsnya. Tips kesehatan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi.

1. Bawa bekal obat

Sebelum berangkat ke kantor, baik naik motor atau mobil maupun angkutan umum, kamu persiapkan dahulu obat pereda asam lambung. Berarti kamu harus punya obat pereda asam lambung sesuai resep dokter.

Biasanya obat itu adalah lansoprazole, omniprazole dan lainnya. Obat ini biasa disebut proton pump inhibitors. Obat ini lebih kuat dalam mengatasi asam lambung dibanding antasida.

Nah, jika asam lambung kambuh di perjalanan, segera minum obat ini. Insya Allah dalam waktu beberapa menit obat ini bekerja dan bisa menetralisir asam lambung.

2. Bawa air hangat

Ini penting sebagai minuman pereda asam lambung alami untuk di perjalanan. Kamu beli saja tempat air minum yang bisa menjaga air tetap hangat. Biasanya botol yang di dalamnya terdapat lapisan kaca dengan penutup yang rekat. Kamu tinggal membeli di tempat perabotan dapur. Banyak kok dijual.

Jika kamu merasa begah, nafas sesak dan sakit perut, segera minum air hangat secara perlahan-lahan. Ingat diminum secara perlahan-lahan, teguk demi teguk. Berdasarkan pengalaman saya, cara ini cukup manjur untuk meredakan asam lambung.

Tapi ada juga yang menyarankan minum air garam. Meski saya belum pernah mencobanya, tapi orang menyebut air garam ini cukup manjur untuk menetralisir asam lambung.

3. Disarankan tak naik motor

Bagi yang memiliki asam lambung yang mudah kambuh, saya sarankan tidak mengendarai motor atau mobil menuju tempat kerja, terutama jika kamu melewati jalan-jalan langganan macet. Sebab, kemacetan itu bisa menimbulkan stres sehingga memicu asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain itu, jika mengendarai motor, perut akan menekuk terlalu lama sehingga bisa memicu asam lambung dan sesak nafas. Perlu diketahui bahwa asam lambung naik disebabkan oleh otot cincin (sfinger) lambung yang tak berfungsi normal sehingga ketika perut menekuk, otot cincin itu tertekan.

4. Pakai angkutan umum ber-AC

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk pergi bekerja, kamu disarankan menggunakan angkutan umum. Namun adakalanya angkutan umum sering sesak penumpang, terutama di jam-jam berangkat dan pulang kerja.

Angkutan umum yang sesak penumpang bisa meenyebabkan asam lambung naik. Untuk mengantisipasinya, pertama kamu pilih angkutan umum yang ber-AC. Biasanya kalau di Jakarta adalah Transjakarta, KRL, LRT, MRT atau bus ber-AC.

Jika berada di dalam mobil, cari tempat yang dekat dengan lubang AC. Jadi meski di dalam angkutan umum berdesakan, kita bisa menghirup udara sejuk dari AC dan hal ini bisa menenangkan pikiran.

5. Dengarkan lagu via headset

salah satu pemicu asam lambung naik adalah pikiran stres, tertuama ketika berada di angkutan umum. Untuk mengatasinya, alihkan pikiran kamu ke hal lain yang setidaknya bisa melupakan “kesengsaraan” dalam angkutan umum.

Salah satu bentuk pengalihan pikiran adalah mendengarkan musik. Jadi ketika kamu hendak pergi bekerja, jangan lupa bawa headset dan mendengarkan musik via ponsel. Nikmatilah lagu-lagu favorit kamu selama perjalanan.

You May Also Like

About the Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *