Awal Mula Terkena Gerd

Tahun 2016 adalah momen titik balik kehidupan saya. Saat itu, pada siang hari, seperti biasa saya hendak minum kopi di sebuah kafe tak jauh dari kantor di Palmerah. Saya sudah berniat akan minum kopi Vietnam yang menjadi favorit.

Namun saat beberapa langlah dari lobi kantor, tiba-tiba saya pusing. Lihat pembatas jalan (marka) seperti bergerak sendiri. Saya pun berjalan zigzag.

Kendati demikain, saya tetap paksakan diri menuju kafe itu, lalu memesan kopi vietnam.

Baru saja meminum satu seruput, tiba-tiba pusing saya menjadi-jadi. Ditambah sakit perut, begah, dan susah nafas. Selain itu, jantung tiba-tiba berdebar.

Saya kaget dan panik karena saya baru pertama kali mengalami hal itu. Saya seperti terkena serangan jantung. Apalagi, ketika itu, beberapa teman saya memegang tubuh saya, satu di antaranya memijat tangan dan memberi instruksi untuk memijat sendiri jari-jari tangan sebagai salah satu tindakan emergensi orang yang terkena serangan jantung.

Setelah kejadian itu, saya kemudian memeriksakan diri ke klinik. Kata dokter, jantung saya tidak ada masalah. Dia mendiagnosis bahwa itu adalah maag akut.

Mulai muncul ketakutan

Hari demi hari terus berlalu. Kondisi badan bukannya membaik setelah minum obat maag dari klinik.

Setiap hendak pergi bekerja mengendarai motor, ulu hati sakit dan jantung berdebar. Saya pun dilanda ketakutan. Mungkin jantung berdebar itu karena rasa ketakutan itu sendiri karena berpikir selalu berpikir yang tidak-tidak, atau disebut serangan panik (panic attack).

Pernah suatu hari, ketika melewati Jalan Meruya (Botanic), saya mengalami serangan panik yang cukup parah. Saya di perjalanan pernah meminta bantuan pengendara lain untuk membawa saya ke rumah sakit terdekat di daerah itu. Namun pengendara itu tidak menghiraukan, mungkin karena tidak tahu di mana rumah sakit atau ada kekhawatiran itu modus kejahatan.

Namun anehnya, setelah mendekati kantor, serangan panik itu mereda. Saya bersendawa keras dan jantung berdebar pun hilang. Namun sakit perut masih terus berlangsung. Saya sulit duduk lama dan lebih nyaman tidur tengkurap.

Sejak munculnya serangan panik itu, hidup saya mulai berantakan…. (simak kisah selanjutnya di artikel lain)

You May Also Like

About the Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *